Sejarah Singkat Desa Long Temuyat
Desa Long Temuyat Merupakan buah hasil pemekaran Desa Induk Ibukota Kecamatan yang berasak dari Desa Long Nawang pada tahun 1932. letaknya kira-kira 5 Km dari ibukota Kecamatan Kayan Hulu. Desa Ini memiliki belakang dan Karakteristik yang sama karena berasal dari Ras dan Suku yang sama masyarakat Long Nawang, dimana hampir sebagian besar penduduknya menggantungkan nasib hidup haya dengan bercocok tanam atau berladang, dan juga letaknya jauh dari wilayah pusat Kabupaten Kota. Pemimpin Desa Long Temuyat pada saat itu Sawang Uluk dengan jumlah 300 Jiwa kemudian pada tahun 1952 Sawak Uluk Meninggal dunia pada tahun yang sama diangkat seorang pemimpin yang bernama Uluk Jalung sampai tahun 1973 dann pindah ke Rukun Damai bersama sebagiab warga Desa Long Temuyat. Setelah beberapa tahun kemudian Desa Long Temuyatr pindah ke Hilir Sungai Nawang letaknya berdampingan dengan Desa Nawang Baru yang batas desa hanya jembatan Sungai Keduanya pada tahun 1980 pemimpin suku dan kampung long temuyat pada saat itu dibawah naungan kepala kampung Surang Imang Desa ini termasuk dalam wilayah daerah Kabupaten Malinau yang sebelum pemekaran tergabung dalam wilayah Kabupaten Bulungan. Desa ini juga memilki keistimewaaan tersendiri karena terletak di daerah perbatasan yang bersebelahan langsung dengan negara tetangga Malaysia bagian sarawak. Daerah ini berada di daerah tropis dan memilki kondisi alam pegunungan dan perbukitan yang dialiri sebuah sungai yang disebut Sungai Nawang. Sungai inilah yang menjadi sarana utama bagi sebagian penduduk sebagai arus lalu lintas transportasi air dalam menjalankan kegiatan perekonomian masyarakat setempat serta menjadi sarana penghubung untuk menjangkau desa-desa yang berdekatan dengan ibukota kecamatan. Dalam Kehidupan masyarkatnya sendiri sebagian besar hidup sebagai petani, sedangkan sebagiannya memilij mencari pekerjaan ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Asing (TKI) Ilegal. pekerjaan ini dipilih masyrakat setempat sebagaian pekerjaan alternative untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi minat masyrakat untuk berkebun sangat kurang, mengingat pendistribusian hasil kebun itu sendiri sulit untuk dijual keluar, karena akses jalan satu-satunya menuuju pusat kota hanya bisa ditembpuh dengan pesawat udara.sehingga hasil perkebunan ini menjadi sia-sia. jika ditinjau dari segi ekonomi, otomatis berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan masyarakat desa long temuyat. karena kesulitan memasarkan hasil perkebunannya ke daerah perkotaan yang disebabkan ongkos angkut lebih mahal daripada nilai jual barang itu sendiri. dari segi kehidupan sosial masyarakat long temuyat masih terkait dengan aturan adat istiadat yang dipegang secara turun menurun dan masih kental dengan semangat gotong royong yang tinggi atau yang lebih dikenal dengan istilah "SEMUYUN" (kerjasama) tradisi yang bersifat sosial ini pula banyak sekali membantu masyarakat untuk saling bahu membahu dalam mengahadapi kesulitan ekonomi saat ini. sebagai desa yang berdekatan dengan ibukota kecamatan, masyarakat melalui pemerintahan desa, selalu memberikan usulan kepada pihak terkait untuk dapat kiranya membangun/membuka akses jalan darat antara pemukiman penduduk disekitar desa long temuyat yang sedang berkembang saat ini, serta merencanakan membuat badan jalan yang menuju pusat kota kecamatan, sebagai sarana penunjang masyarakat setempat dalam menjalankan aktifitas perekonomian dan pendidikan untuk menjangkau sampai desa long temuyat sebagai pusat pemerintahan kecamatan.
Baca juga:
PEMBANGUNAN TRIBUN PENONTON SEPAK BOLA
PEMBANGUNAN TRIBUN PENONTON SEPAK BOLA